Twitter
LinkedIn
YouTube
Facebook

File Sharing antara Windows dan Ubuntu Desktop 12.04

download

Samba merupakan paket aplikasi dalam sistem operasi Linux yang biasa digunakan untuk kebutuhan berbagi (sharing) file dan printer. Samba menggunakan protokol SMB (Server Message Block) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan sistem operasi Microsoft Windows dan juga Linux tertentunya. Aplikasi Samba terdiri atas dua komponen penting, yaitu smbd dan nmbd, dimana keduanya merupakan service yang dibutuhkan oleh samba untuk dapat bekerja dengan baik.

Komponen Smbd berfungsi sebagai service daemon yang dibutuhkan untuk komunikasi antara sistem operasi Linux dan Microsoft Windows sehingga dapat melakukan file sharing dan juga printer sharing. Nmbd berfungsi sebagai server yang melayani permintaan dari Netbios dengan menggunakan alamat IP yang dihasilkan oleh klien SMB/CIFS pada sistem operasi Microsoft Windows, dan nmbd dapat membuat protokol seperti tampilan “Network Neighborhood”.

Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa kita perlu menggunakan Samba :
• Gratis atau free, karena Samba merupakan produk FOSS (Free and Open Source Software)

• Mudah dikonfigurasi oleh Administtrator sesuai kebutuhannya.

• Sudah terhubung langsung dengan jaringan dan jarang ditemui masalah.

• Mempunyai performa yang maksimal.

Instalasi Samba

Setelah Linux Ubuntu Desktop terinstall di computer server yang baru, yaitu Ubuntu 12.04 LTS (rilis April 2012 Long Term Support/5 tahun), kita harus melakukan instalasi Samba terlebih dahulu. Instalasi Samba pada distribusi Ubuntu 12.04 dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan meggunakan Ubuntu Software Center atau melalui Terminal. Namun sebelum melakukan hal ini, pastikan dahulu bahwa computer telah terhubung ke Internet dan repository Ubuntu Precise Pangolin.

Bila modem anda berfungsi sebagai DHCP server untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada komputer-komputer yang terhubung dengannya, maka editlah alamat IP komputer server samba menjadi DHCP terlebih dahulu, dengan mengedit file interfaces yang ada di directory /etc/network. Bukalah file tersebut setelah masuk ke directorynya dengan text editor apa saja, seperti nano. Dari aplikasi terminal ketik dengan perintah cd /etc/network lalu tekan enter, untuk masuk ke direcotrynya. Lalu ketik sudo nano interfaces. Masukkan password kita bila diminta. Tambahkan di baris paling bawah file tersebut dengan command seperti di bawah ini :
auto eth0
iface eth0 inet dhcp

Bila telah selesai, simpan dan tutuplah text editor. Kemudian restart computer.

Setelah komputer direstart, untuk memastikan apakah komputer sudah terhubung dengan internet dan repository Ubuntu Precise Pangolin (versi 12.04 LTS), dari terminal ketik dengan perintah sudo apt-get update, lalu enter.

Instalasi Samba Melalui Ubuntu Software Center

• Bukalah Ubuntu Software Center.

• Lalu ketikkan “samba” (tanpa tanda kutip) di kolom Search di kanan atas, lalu enter.

• Lalu di kiri, klik SMB/CIFS file, print, and login server for Unix.

• Kemudian di kanan, klik tombol Install.

• Lalu cek, bila file smb.conf ada pada direcotry/folder /etc/samba, berarti installasi samba berhasil.

Instalasi Samba Melalui Terminal

• Jalankan aplikasi Terminal.

• Install Samba (service file sharing), dengan perintah sudo apt-get install samba.

• Lalu cek, bila file smb.conf ada pada direcotry/folder /etc/samba, berarti installasi samba berhasil.

Konfigurasi Samba Server

• Backup terlebih dulu file konfigurasi samba di folder /etc/samba, yaitu file smb.conf, menjadi smb.conf.Old, dengan perintah sudo cp smb.conf smb.conf.Old.

• Setelah itu kita bisa mengedit file smb.conf dengan text editor pilihan kita seperti nano dsb. Dari aplikasi Terminal, ketik sudo nano smb.conf.

• Pada area (kelompok) Browsing/Identification, pada baris workgroup, buatlah nama workgroup yang diinginkan, contohnya tirasamba.

• Pada area (kelompok) Browsing/Identification, pada baris netbios name, ketik nama samba server yang akan terlihat pada network neighborhood.

• Pada area (kelompok) Browsing/Identification, pada baris server string, ketik comment terlihat pada network neighborhood.

• Pada area (kelompok) Authentication, pada baris sercurity = user, berarti nanti akan diminta memasukkan username dan password untuk masuk ke dalam file sharing. Buang tanda comment ( # atau ; ) agar baris tersebut berfungsi.

• Pada area (kelompok) Authentication, pada baris passdb backend = tdbsam, berilah tanda comment ( # atau ; ) di awal baris, agar database password user samba tidak disimpan pada file database tdbsam. Kemudian buat baris baru dan ketikkan passdb backend = smbpasswd, agar password user samba disimpan pada file smbpasswd (akan tersimpan pada directory /etc/samba).

• Pada area (kelompok) Printing, pada baris printing = cups dan baris printcap name = cups buanglah tanda comment ( # atau ; ) di sisi kirinya agar kita bisa menggunakan cups server untuk mencetak.

• Pada area (kelompok) Share Definitions, pada baris [homes], baris comment = Home Directories, baris browseable = yes, buanglah tanda comment (# atau ; ) di sisi kirinya agar kita bisa membrowse directory home user masing2.

• Pada area (kelompok) Share Definitions, pada baris read only = yes, buanglah tanda comment ( # atau ; ) di sisi kirinya dan rubah yes menjadi read only = no, agar kita tidak hanya bisa membaca tapi untuk bisa menulis juga

• Pada area (kelompok) Share Definitions, pada baris create mask = 0700, buanglah tanda comment ( # atau ; ) di sisi kirinya agar file yang kita buat hanya user kita sendiri yang punya akses.

• Pada area (kelompok) Share Definitions, pada baris directory mask = 0700, buanglah tanda comment ( # atau ; ) di sisi kirinya agar direcotry/folder yang kita buat hanya user kita sendiri yang punya akses.

• Pada area (kelompok) Share Definitions, pada baris valid users = %S, buanglah tanda comment ( # atau ; ) di sisi kirinya agar hanya user pemilik home yang bersangkutan yang dapat mengakses folder home tersebut.

• Kemudian buat configurasi untuk direcotry yang akan disharing. Pada area (kelompok) Share Definitions, bisa diketik setelah area [printers] atau area [print$], atau pada bagian paling bawah yang kosong. Bagian [users] adalah untuk menampilkan isi directory home. System akan meminta username dan password untuk dapat hanya home user yang bersangkutan dan directory2 di dalam folder home sesuai hak akses yang dimiliki user tersebut. Bagian [Akunting] adalah untuk menampilkan isi directory /home/Akunting, yang hanya bisa diakses oleh user2 yang tergabung dalam group akunting (@akunting) Bagian [Manunggal] adalah untuk menampilkan isi directory /home/Manunggal, yang hanya bisa diakses oleh user2 yang tergabung dalam group manunggal (@manunggal) Bagian [Mandiri] adalah untuk menampilkan isi directory /home/Mandiri, yang hanya bisa diakses oleh user2 yang tergabung dalam group mandiri (@mandiri). Bagian [Depo] adalah untuk menampilkan isi directory /home/Depo, yang hanya bisa diakses oleh user2 yang tergabung dalam group depo (@depo). Bagian [Ppn] adalah untuk menampilkan isi directory /home/Ppn, yang hanya bisa diakses oleh user2 yang tergabung dalam group ppn (@ppn). Bagian [Hrd] adalah untuk menampilkan isi directory /home/Hrd, yang hanya bisa diakses oleh user2 yang tergabung dalam group hrd (@hrd).

• Bila settingan configurasi samba telah selesai, simpanlah file tersebut dan tutuplah text editor. Lakukan test file configurasi samba, apakah ada masalah dengan settingan yang kita buat, dengan mengetikkan perintah dari aplikasi Terminal, testparm. Bila ternyata ada yang bermasalah, editlah kembali file smb.conf, lalu simpan dan tutup kembali text editor.

• Bila penulisan konfigurasi sudah tidak masalah, restart service samba server dengan mengetik perintah pada aplikasi Terminal, /etc/init.d/samba restart atau service smbd restart.

Membuat Hak Akses User, Group dan Folder

• Buatlah user account di Linux, contohnya user Ela, dengan membuka aplikasi Terminal kemudian mengetikkan perintah adduser ela.

• Kemudian buatlah user account samba untuk tiap user, sprti untuk Ela, dengan perintah smbpasswd -a ela, isi passwordnya seperti password yang biasa mereka gunakan ketika login di computer mereka masing-masing yang menggunakan sistem operasi Micosoft Windows, agar folder-folder yang nanti akan dimapping di computer mereka akan otomatis terhubung ke server samba (karena bila passwordnya berbeda, setiap kali akan membuka directory yang dimapping ke server samba, system akan selalu meminta password terlebih dahulu).

• Kemudian buatlah group-group untuk digunakan kepada masing-masing user dan folder-folder tertentu, misalnya untuk membuat group akunting, dari aplikasi Terminal ketikkan perintah addgroup akunting. Nama group yang dibuat akan tersimpan di file /etc/group.

• Kemudian buatlah folder-folder yang akan disharing, seperti Akunting, Mandiri, Manunggal, Depo, Ppn, dan Hrd, dan lain-lain, yang diletakkan di dalam directory /home.

• Kemudian masukkanlah tiap-tiap user ke dalam group yang diinginkan. Bila kita ingin membuat agar user Ela dikelompokkan ke dalam group akunting, dari aplikasi Terminal ketiklah perintah addgroup ela akunting. Nama user yang bersangkutan akan tercatat di dalam group yang ada di file /etc/group.

• Kemudian masukkanlah tiap-tiap folder ke dalam group yang diinginkan. Bila kita ingin membuat agar folder Akunting hanya bisa diakses oleh user yang tergabung dalam group akunting, maka dari aplikasi Terminal ketikkan perintah chgrp akunting -R Akunting. Jadi setiap data yang ada dalam directory Akunting hanya bisa diakses oleh user yang tergabung dalam group akunting. Kemudian tentukan juga hak akses untuk folder tersebut dengan perintah chmod 770 -R Akunting. Berarti folder Akunting hanya dapat diakses penuh hanya oleh pemilik folder dan group yang bersangkutan saja. Lakukanlah terhadap folder-folder yang lain sesuai dengan group yang diinginkan. Bisa juga hal ini dilakukan setelah data-data dari server yang lama dipindahkan ke server yang baru.

Test Server

• Test server apakah file sharing yang dibuat sudah berhasil, dengan membuka nautilius, lalu di sisi kiri, klik Browse Network. Kemudian di sisi kanan, double klik Windows Network. Bila sudah muncul nama workgroup yang dibuat di dalam file smb.conf tadi, sprti tirasamba, berarti server samba sudah dapat diakses. Tapi bila nama workgroupnya belum muncul juga, coba merestart computer server terlebih dahulu.

• Bila nama workgroup sudah berhasil muncul di nautilus, test lebih jauh dengan mendouble klik nama workgroup. Lalu akan muncul nama computer server yaitu serversamba. Kemudian double klik kembali, lalu akan muncul folder-folder yang dishare. Lalu double klik directory yang dishare. Kemudian masukkan login user dan passwordnya, maka akan muncul data-datanya. Di kiri bagian bawah di bagian Network, muncul [nama folder] on [nama computer server], seperti “akunting on serversamba”.

Pemindahan Data

• Bila instalasi ini adalah untuk upgrade server, maka setelah test server selesai, kemudian kini waktunya memindahkanlah data-data dari computer server lama ke computer server baru. Jangan lupa memasukkan hak akses group ke dalam tiap-tiap folder masing-masing, dengan memberikan perintah seperti chgrp akunting -R Akunting. Berarti semua file yang ada dalam folder Akunting hanya akan dapat diakses oleh user yang berada dalam group akunting. Lakukan juga hak akses untuk folder-folder lainnya.

• Kemudian buatlah hak akses untuk folder tersebut dengan perintah, chmod 770 -R Akunting. Berarti folder Akunting hanya dapat diakses penuh hanya oleh pemilik folder dan group yang bersangkutan saja. Lakukanlah terhadap folder-folder yang lain sesuai dengan group yang diinginkan.

Test koneksi server dengan computer user/client

• Terlebih dahulu, setting IP computer server menjadi static, dengan IP yang satu kelas dengan IP computer user. Nomor IP computer server samba yang sebagai contoh adalah 192.168.0.1, yang sebelumnya mungkin kelas 1.x yang disetting dhcp agar dapat IP otomatis dari modem untuk bisa install samba dari internet. Buka dan edit file interfaces yang ada di directory /etc/network. Bukalah file tersebut setelah masuk ke directorynya dengan text editor apa saja, seperti nano, dari aplikasi terminal ketik dengan perintah sudo nano interfaces. Masukkan password kita bila diminta. Editlah file tersebut agar IP server menjadi static seperti di bawah ini :
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.0.1
netmask 255.255.255.0

• Bila telah selesai, simpan dan tutuplah text editor. Lalu restart server.

• Setelah komputer direstart, hidupkan computer user. Lalu buka Windows Explorer. Lalu double klik pada “My Network Place”, bisa juga dengan mengklik tanda ‘+’ di sebelah kirinya. Kemudian double klik “Entire Network”. Lalu double klik “Microsoft Windows Network”. Kemudian akan muncul workgroup yang kita buat di computer server samba, misalnya TIRASAMBA. Kemudian double klik TIRASAMBA, akan muncul di bawahnya “SambaServerUbuntu (SERVERSAMBA)”. Kemudian double klik “SambaServerUbuntu (SERVERSAMBA)”, akan muncul di bawahnya folder yang dishare. Klik salah satu folder yang dishare. Bila user serta password computer Windows, berbeda dengan user dan password yang ada pada server samba, system akan meminta username dan password yang sesuai dengan yang ada di computer server samba. Tapi bila username dan passwordnya sama, isi directory tersebut akan langsung terbuka.

• Untuk me-mapping folder ada di server samba, agar folder yang dishare otomatis muncul setiap kali membuka Windows Explorer, pada Windows Explorer klik kanan, pilih “Map Network Drive”. Muncul window “Map Network Drive”. Pada “Drive”, pilih mau jadi drive apa dengan mengklik panah bawah, misalkan ‘H’. Pada “Folder”, klik tombol Browse, dan pilih directory yang dishare dengan mendouble klik TIRASAMBA, lalu double klik “ServerSambaUbuntu”, lalu klik folder yang dipilih (misalkan Akunting), lalu klik tombol OK. Kembali ke window “Map Network Drive”. Klik “Reconnect at logon”, agar selalu disambungkan ke server samba tiap kali membuka Windows Explorer. Lalu klik tombol Finish. Lakukan untuk folder sharing yang lainnya bila masih ada yang ingin dimapping.

• Setelah mapping “Network Drive” sudah selesai, maka hasilnya akan muncul di bawah “My Computer” yaitu dengan drive yang kita pilih, pada Windows Explorer seperti gambar di bawah ini.

• Kemudian lakukanlah test juga dengan coba membuka folder home user lain. Bila tidak bisa dibuka, berarti konfigurasinya sudah berhasil, karena memang satu user hanya dapat membuat folder home nya masing-masing saja.

• Lakukan test pula hak akses user terhadap folder dan file yang disharing, sudah benar atau belum.

• Lakukanlah juga test print file, baik dari folder home user maupun dari folder yang disharing.

Selamat mencoba!


Leave a Reply