Twitter
LinkedIn
YouTube
Facebook

Instalasi Ubuntu Desktop 12.04

desktop-01

Sudah lama sebenarnya saya ingin menambah tutorial alias panduan ke dalam blog tercintaku ini supaya tetap mendatangkan manfaat kepada siapa saja. Namun baru sekarang saya baru bisa menyempatkan diri untuk itu, dan semoga bisa bermanfaat. Kali ini saya membuat panduan menginstal Linux Ubuntu. Saya memilih Ubuntu dengan versi 12.04 LTS, yang artinya dirilis pada tahun 2012, bulan April, karena akan disupport oleh Canonical, perusahaan pembuat Linux distibusi Ubuntu, selama 5 tahun. Itulah sebabnya ada sebutan LTS di belakang rilis (versi) 12.04, yang adalah singkatan dari Long Term Support. Dalam panduan instalasi ini saya menggunakan CD Alternate, yang artinya bisa digunakan untuk instalasi Desktop dan juga Server LTSP (Linux Terminal Server Project). Seperti proses instalasi distro Linux lain pada umumnya, sebelum melakukan proses instalasi pastikan hard disk Anda sudah memiliki ruang kosong untuk dipartisi. Ukuran partisi yang diperlukan minimal 10 GB. Pastikan Anda telah melakukan proses backup data terlebih dahulu sebelum melakukan proses instalasi, khususnya bila sudah ada Operating System lain di dalam hard disk anda.

Untuk menginstall Linux Ubuntu 12-04 LTS (Precise Pangolin) langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Dapatkan CD/DVD Ubuntu Precise Pangolin maupun file iso-nya dengan mendownload di situs resmi Ubuntu di http://releases.ubuntu.com/precise/ dengan memilih versi Alternate. Anda bisa juga memesan file iso-nya pada kami lewat email di bosimanurung@gmail.com.

2. Setelah mendapatkan CD/DVD Ubuntu ataupun membakar file iso-nya ke CD/DVD, masukkanlah CD/DVD Ubuntu ke dalam optical drive komputer Anda, restartlah komputer Anda sampai muncul tampilan pilihan bahasa instalasi. Instalasi ini menggunakan Ubuntu Alternate 32 bit. Pilih bahasa instalasi yang dapat Anda pahami. Dalam hal ini kita pilih bahasa Inggris, tekan enter.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-01

3. Pada tampilan berikutnya, ada pilihan Install Ubuntu. Sebelum memilih Install Ubuntu dengan menekan tombol enter, kita melihat di bawah ada pilih tombol F4 Modes. Kalau kita tekan tombol F4 maka muncul di baris pertama adalah Normal, dan di baris terakhir adalah Install an LTSP server. Hal ini dikarenakan saya menginstall Ubuntu menggunakan CD/DVD Ubuntu Alternate, yang selain bisa untuk menginstall Ubuntu Desktop (Modes Normal/baris pertama), tetapi juga bisa untuk menginstall Ubuntu LSTP server (LTSP=Linux Terminal Server Project) seperti software Citryx yang berbayar (license). Tapi karena kita ingin menginstall Ubuntu Desktop, maka pilihan kita adalah Modes Normal. Setelah itu, barulah kita memilih Install Ubuntu, lalu tekan enter.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-02

Install_UbAlt12-04_Di_VBox-03

4. Setelah itu kita akan diminta sekali lagi untuk memilih bahasa yang akan digunakan untuk proses instalasi selanjutnya. Pilih bahasa yang kita pahami dan klik Continue.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-06

5. Lalu pilih negara atau wilayah tempat tinggal kita, kita pilih other.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-06

6. Lalu pilih benua tempat negara kita berada, kita pilih Asia.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-07

7. Lalu pilih negara atau wilayah tempat tinggal kita, kita pilih Indonesia.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-08

8. Kemudian pilih Singapore untuk negara sebagai base default locale settings, karena waktu disana mirip dengan di waktu Indonesia.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-08

9. Pada pilihan ‘Detect keyboard layout?’, pilih ‘No’ saja dengan menekan tombol Tab untuk menggerakan ke arah pilihan kita.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-08

10. Pilih English (US) untuk jenis keyboard kita.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-08

11. Pilih English (US) untuk keyboard layout.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-08

Kemudian ada proses berjalan. Bila ada pernyataan pada configure the network, bahwa Network Autoconfiguration failed, tekan enter saja (continue). Bila ada tampilan berikutnya untuk memilih ‘Network configuration method:’, pilihlah ‘Do not configure the network at this time’, karena kita akan men-settingnya setelah selesai instalasi.

12. Kemudian masukkan hostname atau nama computer Anda. Sebagai contoh ‘ubuntu’.
UbAlt12-04-butNotLTSP-02-hostname

13. Lalu masukkan nama Anda, yang akan muncul saat login (di server).
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-18

14. Lalu nama account Anda. Isi saja dengan nama depan Anda.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-19

15. Masukkan password yang ingin Anda gunakan.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-20

16. Input kembali password Anda untuk konfirmasi.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-21

17. Pada pilihan Folder home Anda ingin dienkripsi atau tidak, pilih saja ‘No’.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-22

18. Pada Configure the clock pilih ‘Jakarta’.
UbAlt12-04-butNotLTSP002-Jakarta

19. Sampailah kita pada bagian yang membutuhkan kehati-hatian yaitu partition disk. Pilih Manual.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-25

20. Muncul partisi-partisi yang ada dan yang kosong. Pilih yang free space, atau pilih SCSI bila hard disknya belum ada datanya sama sekali (kosong).
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-26

21. Kemudian ketika ada pertanyaan ‘Create new empty partition table on this device?’, pilh ‘Yes’. Pertanyaan ini muncul bila hard disk yang digunakan, belum ada datanya sama sekali (kosong).
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-27

22. Lalu pilih yang free space.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-28

23. Lalu pilih create a new partition.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-29

24. Masukkan kapasitas yang akan kita gunakan. Contohnya 10.5 GB.
UbAlt12-04-butNotLTSP003-partisi-10k5GB

25. Pilih type partisinya. Pada contoh, kita pilih Primary.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-31

26. Lokasi partisi kita pilih di awal (Beginning).
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-32

27. Kemudian pada tampilan dengan judul ‘Partition disks’, pada ‘use as’ pilih ext4 (tekan enter terlebih dahulu, lalu pilih ext4 dan tekan enter). Pada Mount point pilih ‘/’ (tekan enter terlebih dahulu, lalu pilih ‘/ – the root file system’ lalu tekan tekan enter). Ini adalah partisi tempat menyimpan file-file system. Lalu gerakkan kursor ke baris paling bawah, pilih ‘Done setting up the partition’, lalu tekan enter.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-33

28. Kemudian akan terlihat partisi yang kita buat tadi.
UbAlt12-04-butNotLTSP004-Hasil-partisi-10k5GB

29. Lalu pilih yang free space. Kita akan membuat partisi /home, tempat menyimpan data. Lalu pilih create a new partition.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-35

30. Masukkan kapasitas yang akan kita gunakan. Contohnya 20.5 GB.
UbAlt12-04-butNotLTSP005-partisiHome-20k5GB

31. Pilih type partisinya. Pada contoh, kita pilih Logical.
UbAlt12-04-butNotLTSP006-partisiHome-Logical

32. Lokasi partisi kita pilih di awal (Beginning).
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-38

33. Kemudian pada tampilan dengan judul ‘Partition disks’, pada ‘use as’ pilih ext4 (tekan enter terlebih dahulu, lalu pilih ext4 dan tekan enter). Pada Mount point pilih ‘/home’ (tekan enter terlebih dahulu, lalu pilih ‘/home – user home directories’ lalu tekan tekan enter). Ini adalah partisi tempat data-data user. Lalu gerakkan kursor ke baris paling bawah, pilih ‘Done setting up the partition’, lalu tekan enter.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-39

34. Kemudian akan terlihat partisi-partisi yang kita buat tadi.
UbAlt12-04-butNotLTSP007-HasilpartisiHome-Logical

35. Lalu pilih yang free space. Kita akan membuat partisi swap, tempat memory tambahan dengan menggunakan sebagian hard disk kita. Kita pilih create a new partition.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-41

36. Masukkan kapasitas yang akan kita gunakan, idealnya adalah 2 kali besar kapasitas memory kita, tapi itu bukanlah suatu patokan yang baku. Contohnya kita buat kapasitasnya 1,2 GB.
UbAlt12-04-butNotLTSP008-partisiSwap

37. Pilih type partisinya. Pada contoh, kita pilih Logical.
UbAlt12-04-butNotLTSP006-partisiHome-Logical

38. Lokasi partisi kita pilih di awal (Beginning).
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-38

39. Kemudian pada tampilan dengan judul ‘Partition disks’, pada ‘use as’ pilih swap (tekan enter terlebih dahulu, lalu pilih swap dan tekan enter). Lalu gerakkan kursor ke baris paling bawah, pilih ‘Done setting up the partition’, dan tekan enter.
UbAlt12-04-butNotLTSP009-PilihSwap

40. Setelah selesai mempartisi hard disk, pilih Finish partitioning and write changes to disk.
UbAlt12-04-butNotLTSP0010-PilihFinish

41. Pada pilihan ‘Write the changes to disks?’, pilih Yes.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-48

42. Proses instalasi akan berjalan. Tunggulah sejenak.
UbAlt12-04-butNotLTSP0012-ProsesInstalasi-berjalan

43. Kemudian muncul tampilan dengan judul ‘Install the GRUB boot loader on a hard disk’, yang menanyakan apakah kita menginstal GRUB boot loader ke dalam hard disk. Ini adalah untuk membuat menu pilihan bila ada beberapa sistem operasi di dalam hard tersebut. Kita jawab ya, dengan memilih ‘yes’, lalu tekan tombol enter.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-54

44. Kemudian muncul tampilan dengan judul ‘Finish the Installation’, yang menanyakan apakah sistem waktu akan diatur sesuai waktu universal terkoordinasi (UTC atau Coordinated Universal Time) atau sering juga disebut Waktu Greenwich (GMT). Kita pilih ‘yes’, kemudian tekan tombol enter.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-55

45. Sampailah kita pada tampilan yang memberitahukan bahwa proses isnstalasi telah selesai/komplit. :) Optical drive akan terbuka dan kita bisa mengeluarkan CD/DVD instalasi. Lalu tekan enter untuk melanjutkan (Continue), sekaligus akan merestart komputer.
Install_UbAlt12-04_Di_VBox-56

46. Setelah proses restart komputer, akan muncul GRUB yang berisi daftar sistem operasi yang ada di dalam hard disk. Pilihlah sistem operasi Ubuntu yang baru saja kita install tadi, biasanya pada baris yang paling atas.
GrubOnUbuntu-01edit

47. Lalu akan terlihat tampilan fresh hasil instalasi tadi. Masukkan password dari user yang kita buat tadi.
UbAlt12-04-butNotLTSP0014-LoginAwal

48. Kemudian tampillah area kerja Desktop dari user yang dibuat tadi.
UbAlt12-04-butNotLTSP0015-StlahLogin

Selamat mencoba!


Leave a Reply