Twitter
LinkedIn
YouTube
Facebook

Thin Client Atau LTSP Menggunakan Ubuntu Desktop 14.04 / 14.10

thinClient

Pada tulisan saya sebelumnya, saya pernah menjelaskan mengenai thin client dengan menggunakan Ubuntu Alternate 12.04. Versi Ubuntu tersebut memang dibuat khusus agar bisa menginstall LTSP sekaligus, selain ada pilihan untuk menginstall untuk desktop saja. Ada juga versi Ubuntu yang dibuat khusus untuk menginstall LTSP server saja, yaitu Edubuntu. Nah pada tulisan saya kali ini, saya akan menulis tentang thin client menggunakan Ubuntu Desktop 14.04 atau versi 14.10. Versi Ubuntu Desktop 14.04 atau 14.10 memang dibuat khusus untuk instalasi desktop saja. Tapi setelah kita selesai menginstalnya, dengan terhubung ke server Ubuntu, kita bisa tambahkan atau menginstal program-program lain supaya bisa menjadi LTSP atau thin client. Sekarang kita ikuti proses instalasi dan setting-setting yang harus dilakukan agar thin client berhasil atau Linux Terminal Server Project (LTSP) bisa berjalan dengan baik. :)

1. Mula-mula kita harus menginstall paket-paket yang diperlukan,yaitu ltsp-server-standalone dan openssh-server. Bukalah aplikasi Terminal, dan ketiklah perintah ‘sudo apt-get install ltsp-server-standalone’ tanpa tanda petik, lalu tekan tombol enter. Kemudian masukkan passwordnya bila diminta dan diikuti dengan menekan tombol enter.
UbDesk14-04-018-install-ltsp-server-edit

2. Setelah proses instalasi paket ltsp-server-standalone, kemudian kita install paket openssh-server, dengan memberikan perintah pada Terminal, ‘sudo apt-get install openssh-server’ tanpa tanda petik, lalu tekan tombol enter. Kemudian masukkan passwordnya bila diminta dan diikuti dengan menekan tombol enter.
UbDesk14-04-020-install-openssh-server-edit

3. Kemudian kita akan melakukan konfigurasi terhadap beberapa file agar LTSP server dapat berjalan dengan baik. Kita akan mengedit file interfaces yang ada di folder /etc/network dengan menggunakan sebuah editor yang bernama nano. Pada aplikasi Terminal, ketiklah perintah ‘sudo nano /etc/network/interfaces’ tanpa tanda petik, lalu tekan tombol enter. Kemudian masukkan passwordnya bila diminta dan diikuti dengan menekan tombol enter.
001-edit

4. Isilah file tersebut dengan perintah-perintah seperti tampilan di bawah ini. Kita akan membuat IP server menjadi 192.168.0.2 terhadap logical name LAN Card yaitu eth0 yang ada dalam hardware notebook saya. Sedangkan yang wireless untuk jalur internet, mendapat DHCP IP dari modem, atau DHCP dari wifi jaringan kantor (Local Area Network). Setelah selesai simpan file dan sekaligus tutup editor nano setelah menekan tombol Ctrl-x (tombol ‘Ctrl’ dan tombol ‘x’), serta diikuti menekan tombol ‘y’ untuk konfirmasi.
002-edit

5. Lalu kita akan mengedit file isc-dhcp-server yang ada di folder /etc/default untuk menentukan logical name LAN card mana yang akan digunakan, eth0 atau eth1. Pada Terminal ketiklah perintah ‘sudo nano /etc/default/isc-dhcp-server’ tanpa tanda petik, lalu tekan tombol enter. Kemudian masukkan passwordnya bila diminta dan diikuti dengan menekan tombol enter.
002b-edit

6. Pada baris bagian paling bawah, isilah INTERFACES yang digunakan, dalam hal ini eth0, karena seperti penjelasan sebelumnya, logical name LAN Card yang digunakan adalah eth0, yang ada dalam hardware notebook saya. Sedangkan yang wireless untuk jalur internet, mendapat DHCP IP dari modem, atau DHCP dari wifi jaringan kantor (Local Area Network). Lewat jalur inilah (logical name LAN Card yang digunakan yaitu eth0), DHCP akan diberikan kepada semua komputer (thin client) yang terhubung ke switch/hub. Setelah selesai diedit filenya, simpan file dan sekaligus tutup editor nano setelah menekan tombol Ctrl-x (tombol ‘Ctrl’ dan tombol ‘x’), serta diikuti menekan tombol ‘y’ untuk konfirmasi.
002c-edit

7. Kemudian kita akan mengedit file dhcpd.conf di folder /etc/ltsp. Dari Terminal ketiklan perintah ‘sudo nano /etc/ltsp/dhcpd.conf’ tanpa tanda petik, lalu tekan tombol enter. Kemudian masukkan passwordnya bila diminta dan diikuti dengan menekan tombol enter.
003-edit

8. Di file ini kita akan menentukan batas awal dan akhir IP DHCP (IP Dinamis) yang akan diberikan kepada komputer-komputer user (thin client), dalam hal ini kita menentukannya dari 192.168.0.20 sampai dengan 192.168.0.250. Di file ini, kita akan mencatat MAC Address yang dimiliki komputer user, serta sekaligus menentukan IP yang akan diterima. Setelah selesai diedit filenya, simpan file dan sekaligus tutup editor nano setelah menekan tombol Ctrl-x (tombol ‘Ctrl’ dan tombol ‘x’), serta diikuti menekan tombol ‘y’ untuk konfirmasi.
004-edit

9. Lalu copy/salin seluruh isi file /etc/ltsp/dhcpd.conf kemudian dipaste/ditaruh ke file /etc/dhcp/dhcpd.conf, di bawah bagian ‘A slightly differrent configuration for an internal subnet.’ (seluruh bagian tersebut diremark atau diawali tanda #/pagar, yang artinya tdk akan diproses). Dari Terminal ketiklan perintah ‘sudo nano /etc/dhcp/dhcpd.conf’ tanpa tanda petik. Kemudian masukkan passwordnya bila diminta dan diikuti dengan menekan tombol enter.
005-edit

006-edit

10. Kini kita akan mensetting file konfigurasi untuk tampilan ke monitor, port untuk printer dan lain-lain. Nama filenya lts.conf yang ada di folder /var/lib/tftpboot/ltsp/i386/. Di dalam file tersebut juga ada berisi MAC Address yang ada di komputer user, seperti yang disetting di file dhcpd.conf yang ada di folder etc/ltsp. Bila file /var/lib/tftpboot/ltsp/i386/lts.conf belum ada, maka kita akan membuat file baru. Pada Terminal ketiklah perintah ‘sudo nano /var/lib/tftpboot/ltsp/i386/lts.conf’ tanpa tanda petik, lalu tekan tombol enter. Kemudian masukkan passwordnya bila diminta dan diikuti dengan menekan tombol enter.
007-edit

008-edit

11. Setelah paket-paket program yang diperlukan diinstall, dan file-file konfigurasi yg dibutuhkan sudah disetting, kini kita harus menjalankan image bootable “thin client” yang didasarkan atas settingan terminal server dan melayani “thin clients” kita lewat TFTP ketika mereka membooting menggunakan PXE. Proses dari hasil perintah ini akan memakan waktu cukup lama karena akan mengunduh/mendownload semua paket operating sistem “thin client” dari Ubuntu dan menginstalnya ke folder /opt/ltsp/i386. Juga akan dicompress ke /opt/ltsp/images/i386.img, image inilah yang akan dilayani ke client lewat TFTP. Pada Terminal ketiklah perintah ‘sudo ltsp-build-client –arch i386′ tanpa tanda petik, lalu tekan tombol enter. Kemudian masukkan passwordnya bila diminta dan diikuti dengan menekan tombol enter.
UbDesk14-04-021-ltsp-build-client-edit

12. Kini setelah cukup lama menunggu proses di atas selesai, kita test/cek apakah DHCP server sudah berfungsi dengan baik, dengan merestart DHCP servernya, apakah sudah berhasil sehingga muncul pesan start/running seperti tampilan di bawah ini. Perintah untuk testing atau memastikannya adalah, ‘sudo service isc-dhcp-server restart’ tanpa tanda kutip. Jika belum berhasil, coba restart komputer dan kemudian ulangi perintahnya kembali.
002d-edit

13. Restart komputer, dengan perintah ‘reboot’ tanpa tanda kutip, lalu tekan tombol enter.
UbDesk14-04-022-reboot-edit

14. Setelah komputer menyala kembali, kita akan test/cek kembali apakah DHCP server berfungsi dengan baik, dengan merestart DHCP servernya. Apabila sudah berhasil, akan muncul pesan start/running. Jika belum berhasil, mungkin ada hal yang salah saat setting file-file yang diperlukan seperti yang telah dibahas di atas, coba tolong diperhatikan kembali. Perintah untuk testing atau memastikannya apakah DHCP server berfungsi dengan baik, adalah dengan perintah ‘sudo service isc-dhcp-server restart’ tanpa tanda kutip yang dijalankan dari Terminal.
UbDesk14-04-017wallpaper

002d-edit

15. Bila DHCP servernya sudah berfungsi dengan baik, itu berarti IP Servernya sudah yang baru, berbeda dengan IP sebelum terbentuk DHCP server. Kini setelah kita memilih IP yang baru, kita jalankan tiga proses di bawah ini :

• sudo ltsp-update-sshkeys (enter)
sudo-ltsp-update-sshkeys-01-edit

• sudo ltsp-update-image (enter)
ltsp-update-image-01-edit

• sudo service nbd-server restart (enter)
service-nbd-server-restart-01-edit

16. Sekarang restart kembali komputer, dengan perintah ‘reboot’ tanpa tanda kutip, lalu tekan tombol enter.
UbDesk14-04-022-reboot-edit

17. Setelah komputer server direstart, nyalakanlah komputer user/client untuk memastikan apakah thin clientnya sudah berhasil. Bila komputer user/client memiliki LAN card onboard, pastikan itu disetting di BIOS dibuat menjadi Enable dan juga Boot ROMnya dibuat menjadi Enable pula, sehingga kita bisa boot atau akses ke server lewat LAN card ada di komputer user/client. Bila berhasil, tampilan yang muncul di komputer user/client akan terlihat seperti tampilan di bawah ini untuk login.
IMG_20150824_163108edit2

18. Bila username dan password diisi dengan benar, maka akan tampil desktop, persis seperti seolah-olah kita sedang bekerja di komputer server.
UbDesk14-04-017wallpaper

19. Jika ingin keluar dari desktop, klik di pojok kanan atas, lalu pilih Log Out, dan kita akan kembali ke tampilan login. Bila ingin menshutdown atau merestart komputer, klik di pojok kiri bawah.
IMG_20150824_170630edit2

Selamat mencoba!


9 Responses to “Thin Client Atau LTSP Menggunakan Ubuntu Desktop 14.04 / 14.10”

  1. Rachmat says:

    Saya sudah coba Installasi LTSP Server Ubuntu 14.04 dan sudah berhasil login dengan baik,,
    kendalanya Printer Client tidak konek ” Printer Not Respone ”

    klo saya cek sih kemungkinan port 9100 tidak open,,,
    tlong bantuannya,

    • admin says:

      Sprti di keterangan nmr 10, di file /var/lib/tftpboot/ltsp/i386/lts.conf pastikan computer client nya punya MAC Address yg benar ditulis di file tersebut. Sbg keterangan, Port 9100 biasanya utk printer serial, sdgkan port 9101 utk printer usb.
      Kalo file lts.conf diedit utk menulis MAC Address yg benar, pastikan MAC Address yg benarnya diedit juga di file /etc/ltsp/dhcpd.conf dan di file /etc/dhcp/dhcpd.conf
      Setiap ada perubahan/edit di antara file2 tsb, lakukan update dgn menjalankan 4 perintah dewa di bawah ini. :)
      sudo service isc-dhcp-server restart (enter)
      ltsp-update-sshkeys (enter)
      lts-update-image (enter)
      sudo service nbd-server restart (enter)

      Lalu restart computer server, pastikan computer clientnya dishutdown terlebih dahulu.

      Kemudian setelah server hidup kembali, dan menghidupkan compi client yg terhubung printer, sewaktu add printer (bisa dilakukan di compi server maupun client), sebutkan host (IP) computer client yg terhubung dgn printer tersebut, IP nya bisa diliihat di kanan bawah tampilan sewaktu mau login. Lalu setelah disebutkan IP nya sewaktu add printer tersebut, isi port nya sesuai dgn tipe printernya apakah serial atau usb. Lalu test print.

      Selamat mencoba.
      Semoga berhasil.

  2. Rachmat says:

    Saya sudah coba tuturial yang bapak berikan satu persatu, problem yang terjadi sama Printer Client tidak respone,

    saya sudah coba di Ubuntu 12.04Lts tidak ada masalah, tetapi kalau di ubuntu 14.04Lts Problem Printer Client,

    Jika berkenan saya minta nomer kontak bapak atau hub ke kontak saya pak 081218717039.

    Sudah deatline nih pak,, tapi permasalahan belum selesai juga,,

    Thanks,,
    Rachmat R

  3. Rachmat says:

    Mohon bantuannya pak,

    Thanks Rachmat R

  4. Rachmat says:

    Saya sudah coba dengan 2 Printer, Printer Epson L300 Deskjet dan Printer Canon IP2770 ,,,

    Kalo saya test dengan telnet
    telnet 192.168.xx.xx 9100
    telnet 192.168.xx.xx 9101

    Port tidak open pak ,

    Tolong supportnya pak

    Thanks,,
    Rachmat R,

  5. Rachmat says:

    Pagi pak,
    Gimana sudah di test lagi pak , problem yang saya alami

    Thanks,
    Rachmat,

  6. Rachmat says:

    Siang pak ,,
    Gimana ap sudah di coba lagi LTSP Server Ubuntu 14. Lts nya pak??
    Saya sudah oprek2 blum ketemu caranya,,

  7. Rachmat says:

    Error
    PXE-E11 : ARP timeout
    PXE-E38 : ARP timeout
    PXE-M0F TFTV cannot open Connection

    Kalo Error seperti itu kenapa ya pak ??

    Thanks,

Leave a Reply to Rachmat